Minggu, 7 Agustus 2011 09:34
JEURAM - Sejumlah masyarakat di Desa Tuwi Meuleusong, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya mengaku resah dengan kembali maraknya gangguan gajah di wilayah itu.
“Gangguan gajah di wilayah ini sudah memasuki tahap yang mengkhawatirkan, namun masyarakat tak bisa berbuat banyak karena tak tahu cara pencegahannya,” kata Abdurrafar seorang warga kepada Serambi, Kamis (4/8).
Secara terpisah, Camat Seunagan Timur, T Rahmadsyah SE yang dikonfirmasi Serambi, membenarkan amukan gajah sering melanda beberapa desa yang dia pimpin. Namun ia belum mendapatkan laporan rinci menyangkut kerugian yang dialami oleh masyarakat.
Rahmadsyah mengaku akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait guna menghentikan amuk gajah yang selama ini terjadi, sehingga aktivitas masyarakat di wilayah itu semakin nyaman dan tak was-was dengan serangan gajah. (edi)
Sumber Serambinews.com
Tampilkan postingan dengan label konflik satwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label konflik satwa. Tampilkan semua postingan
Senin, 15 Agustus 2011
Selasa, 26 Juli 2011
Gangguan Gajah Resahkan Warga Jeuram
Mon, May 23rd 2011, 08:17
JEURAM - Masyarakat beberapa desa di Kecamatan Seunagan, Jeuram, Kabupaten Nagan Raya resah dengan seringnya kawanan gajah liar turun ke pemukiman warga di wilayah itu. Pasalnya, kawanan gajah yang berjumlah empat hingga lima ekor itu kerap merusak tanaman dan perkebunan warga sehingga menyebabkan kerugian harta benda.
Camat Seunagan, Agusdi SSos kepada Serambi, Minggu (22/5) di Jeuram mengatakan, gangguan gajah liar yang selama ini turun dari kawasan hutan itu semakin sulit dicegah. Selain jumlahnya tergolong banyak, satwa dilindungi itu juga kerap menyebabkan harta benda milik masyarakat dirusak setiap kali turun ke pemukiman masyarakat. “Gangguan gajah itu, telah menyebabkan puluhan hektare lahan pertanian dan perkebunan milik masyarakat rusak,” kata Camat Agusdi.
Ia mengatakan, meski pihaknya telah berulang kali melaporkan kasus itu kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh supaya mengatasi gangguan gajah liar itu, akan tetapi hingga kini pihak terkait sama sekali belum memberikan respons terhadap keluhan masyarakat tersebut. “Kita berharap BKSDA segera turun ke Senagan untuk membantu mengusir hewan uitu dari pemukiman warga,” kata Camat Agusdi.(edi)
Sumber Serambinews.com
JEURAM - Masyarakat beberapa desa di Kecamatan Seunagan, Jeuram, Kabupaten Nagan Raya resah dengan seringnya kawanan gajah liar turun ke pemukiman warga di wilayah itu. Pasalnya, kawanan gajah yang berjumlah empat hingga lima ekor itu kerap merusak tanaman dan perkebunan warga sehingga menyebabkan kerugian harta benda.
Camat Seunagan, Agusdi SSos kepada Serambi, Minggu (22/5) di Jeuram mengatakan, gangguan gajah liar yang selama ini turun dari kawasan hutan itu semakin sulit dicegah. Selain jumlahnya tergolong banyak, satwa dilindungi itu juga kerap menyebabkan harta benda milik masyarakat dirusak setiap kali turun ke pemukiman masyarakat. “Gangguan gajah itu, telah menyebabkan puluhan hektare lahan pertanian dan perkebunan milik masyarakat rusak,” kata Camat Agusdi.
Ia mengatakan, meski pihaknya telah berulang kali melaporkan kasus itu kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh supaya mengatasi gangguan gajah liar itu, akan tetapi hingga kini pihak terkait sama sekali belum memberikan respons terhadap keluhan masyarakat tersebut. “Kita berharap BKSDA segera turun ke Senagan untuk membantu mengusir hewan uitu dari pemukiman warga,” kata Camat Agusdi.(edi)
Sumber Serambinews.com
Langganan:
Postingan (Atom)