Thursday, 06 January 2011 19:07
NAGAN RAYA - Dampak negatif akibat eksploitasi rawa gambut di kawasan Tripa Kecamatan Darul Makmur Nagan Raya, mulai dirasakan warga. Menurut keterangan warga Kuala Seumayam, kampung mereka kini kerap dilanda banjir, meski tidak ada hujan.
Warga menduga, hal itu terjadi akibat penggarapan lahan gambut dan alih fungsi hutan menjadi lahan perkebunan tanpa memperhatikan dampak lingkungan. Rawa Tripa akan terancam tenggelam akibat lahan gambut yang terus menerus dieksploitasi pihak tertentu.
Geuchik Gampoung Kuala Seuamyam, M. Ahmad tadi sore, membenarkan hal tersebut. Bahkan ia mempertanyakan peran YEL dan Petisi Rawa Tripa dalam mengatisipasi dan mencegah penggarapan lahan gambut.
Sebab, tambah M. Ahmad, akibat penggarapan dan alih fungsi hutan, warganya sulit mencari rezeki, karena tempat menahan bubu atau mencari rotan kini sudah tidak ada lagi.
Sumber : Serambinews.com
Tampilkan postingan dengan label Alih Fungsi Lahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alih Fungsi Lahan. Tampilkan semua postingan
Kamis, 06 Januari 2011
Rabu, 24 November 2010
Stop eksploitasi Rawa Gambut Tripa!
Wednesday, 24 November 2010 03:18
NAGAN RAYA - Kegiatan eksploitasi rawa gambut Tripa terus belangsung dan telah menimbulkan keprihatinan banyak pihak, terutama masyarakat di dataran rendah Tripa.
Karenanya, sejumlah tokoh masyarakat dan aktivis lingkungan hidup menyampaikan petisi kepada pemerintah untuk penyelamatan Rawa Gambut Tripa yang kini dalam kondisi kronis, karena terus digarap.
Namun, hingga kini petisi yang disampaikan kepada pemerintah belum ada tindakan nyata. Padahal, menurut para ahli dan aktivis lingkungan hidup, bila rawa gambut terus digarap sepuluh atau tiga puluh tahun ke depan, maka dataran rendah Tripa akan terancam tenggelam.
"Ancaman itu akan semakin cepat akibat pemanasan global. Sikap masyarakat membuat petisi itu, pernyataan konkrit atas kesadaran mereka akan pentingnya rawa Tripa di sekitar pemukiman mereka," kata salah seorang tokoh masyarakat, Muhammad Syam, tadi malam.
Menurutnya, masyarakat butuh Rawa Tripa, bukan hanya untuk warga, melainkan untuk anak cucu mengingat usia sudah semakin tua, dan malu jika tidak bisa mewariskan sebuah alam yang kaya ini untuk anak cucu di kemudian hari.
Sumber : Waspada Online
NAGAN RAYA - Kegiatan eksploitasi rawa gambut Tripa terus belangsung dan telah menimbulkan keprihatinan banyak pihak, terutama masyarakat di dataran rendah Tripa.
Karenanya, sejumlah tokoh masyarakat dan aktivis lingkungan hidup menyampaikan petisi kepada pemerintah untuk penyelamatan Rawa Gambut Tripa yang kini dalam kondisi kronis, karena terus digarap.
Namun, hingga kini petisi yang disampaikan kepada pemerintah belum ada tindakan nyata. Padahal, menurut para ahli dan aktivis lingkungan hidup, bila rawa gambut terus digarap sepuluh atau tiga puluh tahun ke depan, maka dataran rendah Tripa akan terancam tenggelam.
"Ancaman itu akan semakin cepat akibat pemanasan global. Sikap masyarakat membuat petisi itu, pernyataan konkrit atas kesadaran mereka akan pentingnya rawa Tripa di sekitar pemukiman mereka," kata salah seorang tokoh masyarakat, Muhammad Syam, tadi malam.
Menurutnya, masyarakat butuh Rawa Tripa, bukan hanya untuk warga, melainkan untuk anak cucu mengingat usia sudah semakin tua, dan malu jika tidak bisa mewariskan sebuah alam yang kaya ini untuk anak cucu di kemudian hari.
Sumber : Waspada Online
Stop eksploitasi Rawa Gambut Tripa!
Wednesday, 24 November 2010 03:18
NAGAN RAYA - Kegiatan eksploitasi rawa gambut Tripa terus belangsung dan telah menimbulkan keprihatinan banyak pihak, terutama masyarakat di dataran rendah Tripa.
Karenanya, sejumlah tokoh masyarakat dan aktivis lingkungan hidup menyampaikan petisi kepada pemerintah untuk penyelamatan Rawa Gambut Tripa yang kini dalam kondisi kronis, karena terus digarap.
Namun, hingga kini petisi yang disampaikan kepada pemerintah belum ada tindakan nyata. Padahal, menurut para ahli dan aktivis lingkungan hidup, bila rawa gambut terus digarap sepuluh atau tiga puluh tahun ke depan, maka dataran rendah Tripa akan terancam tenggelam.
"Ancaman itu akan semakin cepat akibat pemanasan global. Sikap masyarakat membuat petisi itu, pernyataan konkrit atas kesadaran mereka akan pentingnya rawa Tripa di sekitar pemukiman mereka," kata salah seorang tokoh masyarakat, Muhammad Syam, tadi malam.
Menurutnya, masyarakat butuh Rawa Tripa, bukan hanya untuk warga, melainkan untuk anak cucu mengingat usia sudah semakin tua, dan malu jika tidak bisa mewariskan sebuah alam yang kaya ini untuk anak cucu di kemudian hari.
Sumber : Waspada Online
NAGAN RAYA - Kegiatan eksploitasi rawa gambut Tripa terus belangsung dan telah menimbulkan keprihatinan banyak pihak, terutama masyarakat di dataran rendah Tripa.
Karenanya, sejumlah tokoh masyarakat dan aktivis lingkungan hidup menyampaikan petisi kepada pemerintah untuk penyelamatan Rawa Gambut Tripa yang kini dalam kondisi kronis, karena terus digarap.
Namun, hingga kini petisi yang disampaikan kepada pemerintah belum ada tindakan nyata. Padahal, menurut para ahli dan aktivis lingkungan hidup, bila rawa gambut terus digarap sepuluh atau tiga puluh tahun ke depan, maka dataran rendah Tripa akan terancam tenggelam.
"Ancaman itu akan semakin cepat akibat pemanasan global. Sikap masyarakat membuat petisi itu, pernyataan konkrit atas kesadaran mereka akan pentingnya rawa Tripa di sekitar pemukiman mereka," kata salah seorang tokoh masyarakat, Muhammad Syam, tadi malam.
Menurutnya, masyarakat butuh Rawa Tripa, bukan hanya untuk warga, melainkan untuk anak cucu mengingat usia sudah semakin tua, dan malu jika tidak bisa mewariskan sebuah alam yang kaya ini untuk anak cucu di kemudian hari.
Sumber : Waspada Online
Langganan:
Postingan (Atom)