Senin, 14 Maret 2011

Turbin PLTU Kembali Rusak, Nagan dan Aceh Barat Gelap

Mon, Jan 31st 2011, 08:59

JEURAM - Akibat kerusakan pada bagian turbin pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Desa Kuta Makmue, Kecamatan Kuala, Nagan Raya, PLN akan memberlakukan pemadaman bergilir untuk pelanggan di Nagan Raya dan Aceh Barat mulai pukul 18.00 WIB-pukul 23.00 WIB.

Manajer PT PLN Cabang Meulaboh, H Nahwaluddin menjawab Serambi, Minggu (30/1) mengatakan, pemadaman listrik secara bergilir itu dilakukan pada malam hari karena setelah turbin rusak terjadi kekurangan daya mencapai 3 Mw. Katanya, pemadaman bergilir itu meliputi wilayah Nagan Raya dan Aceh Barat selama dua pekan (29 Januari-14 Februari) mendatang.

Apalagi, tambah Nahwaluddin, PLTD Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, sebagian masih berada dalam tahap pemeliharaan. Sedangkan empat unit mesin pembangkit listrik lainnya yang seharusnya telah tiba di Meulaboh, hingga kini masih berada di dalam perjalanan.

Karena itu, Nahwaluddin meminta kepada seluruh masyarakat supaya memaklumi hal itu. Namun ia juga mengaku bahwa pihaknya berusaha mempersempit areal pemadaman, sehingga suplai listrik kepada pelanggan bisa lebih maksimal.(edi)

Sumber : Serambinews.com

Senin, 07 Maret 2011

Gubernur Rekom Tiga Kecamatan Baru di Nagan

Sat, Jan 29th 2011, 10:07

JEURAM - Keinginan masyarakat di Kabupaten Nagan Raya untuk melahirkan tiga kecamatan baru di wilayah itu kini hampir tercapai. Pasalnya, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf pada tanggal 12 Januari 2011 lalu telah mengirimkan surat rekomendasi untuk pemekaran kecamatan di wilayah itu yang dituangkan dalam surat Nomor: 138.3/737 tentang pembentukan kecamatan. Bupati Nagan Raya, Drs HT Zulkarnaini, kepada wartawan, Kamis (27/1) di Suka Makmue mengatakan, dengan keluarnya surat rekomendasi tersebut, diharapkan pembentukan tiga kecamatan baru seperti Kecamatan Tripa, Seuneuam, serta Beutong Benggala akan segera terwujud. Mengingat dengan adanya rekomendasi itu semua persyaratan untuk pemekaran kecamatan bisa segera dilakukan pembahasan di DPRK setempat.

Menurutnya, penyebab terjadinya kendala pemekaran tiga kecamatan baru di Nagan Raya tersebut dikarenakan belum adanya rekomendasi Gubernur Aceh. Dengan adanya rekomendasi itu, diharapkan ketiga kecamatan yang akan segera lahir itu bisa memperpendek rentang kendali pemerintahan sekaligus meningkatkan pembangunan kesejahteraan bagi masyarakat di kawasan pedalaman.(edi)

Sumber : Serambinews.com

Pemkab Nagan Gelar Mutasi, Enam Pejabat Nonjob

Fri, Jan 28th 2011, 09:11

JEURAM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya, Kamis (27/1) kemarin kembali menggelar mutasi dengan melantik sejumlah pejabat baru di Aula Setdakab setempat. Dalam mutasi itu, lima pejabat diantaranya tidak dapat jabatan (nonjob), yakni Kepala Badan Penanaman Modal dan Usaha Daerah (BPMPUD), Dra Hj Cut Intan Mala, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Ir Mahmud, Kepala Dinas Tata Kota, H Ir Arkam, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi, H Bahtiar SE, Kadis Bina Marga Ir Ardi Martha, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah, Munawar Khalil SE.

Ekses dari mutasi yang digulirkan itu, telah menyebabkan kosongnya enam kepala SKPK di jajaran Pemkab Nagan Raya dikarenakan belum adanya pejabat definitif, diantaranya Dinas Tata Kota, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Bina Marga, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Dinas Kesehatan, serta Dinas Pertambangan dan Energi.

Kepada sejumlah wartawan, Bupati Nagan Raya, Drs HT Zulkarnaini mengatakan, mutasi yang dilakukan itu merupakan bagian dari penyegaran yang dilakukan pemkab setempat untuk meningkatkan kembali kinerja aparatur pemerintahan, sehingga diharapkan menjadi lebih baik untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan pembangunan.

Disisi lain, terhadap masih lowongnya enam SKPK di wilayah itu, secara tegas T Zulkarnaini menyatakan, sejauh ini masih melakukan evaluasi sejumlah pejabat untuk mengisi jabatan yang lowong tersebut. Apalagi selama ini, pejabat yang dibutuhkan untuk ditempatkan di enam SKPK yang lowong itu masih sangat terbatas, karenan minimnya sumber daya manusia yang dimiliki.(edi)

Sumber : Serambinews.com

Pemkab Nagan Bentuk Tim Penuntasan Tapal Batas

Terkait Penyanderaan Alat Berat
Fri, Jan 28th 2011, 09:13

JEURAM - Untuk menghindari meluasnya konflik di kalangan masyarakat dengan pihak perusahaan perkebunan di kawasan Ujong Krueng, Kecamatan Darul Makmur, kini Pemkab Nagan Raya telah membentuk tim penuntasan tapal batas kecamatan antara Darul Makmur dan Tadu Raya.

Sekda Nagan Raya, Drs HT Zamzami TS MM kepada Serambi, Kamis (27/1) kemarin mengatakan, persoalan yang kini terjadi di lima desa seperti Desa Lamie, Panton Pange, Ujong Krueng, Mon Dua, serta Neubok Yee PP memang secepatnya harus dituntaskan, guna mengantisipasi munculnya persoalan baru.

Menurut Zamzami, untuk mengatasi hal itu, Pemkab Nagan Raya telah membentuk tim khusus yang nantinya berperan untuk membahas berbagai persoalan di kalangan masyarakat, sekaligus melakukan langkah maupun musyawarah terhadap penuntasan soal batas kecamatan yang kini belum tuntas. “Intinya Pemkab Nagan Raya tetap menanggapi keluhan masyarakat ini, dan kami minta kepada warga untuk bersabar dan tak melakukan aksi yang berakibat pada pelanggaran hukum,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sebanyak 400 warga yang berasal dari lima desa di Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, sejak Selasa sore sekitar pukul 16.00 WIB hingga Rabu dini hari pukul 01.00 WIB (25-26/1) kemarin menyandera satu unit alat berat di kawasan Desa Ujong Krueng.

Pasalnya, lahan seluas ribuan hektare yang selama ini diklaim oleh masyarakat yang merupakan tanah warga yang digunakan untuk bercocok tanam dan digunakan sebagai lahan pertanian, digarap oleh sebuah perusahaan swasta yang menggunakan izin dari Pemkab setempat. Akibatnya, warga yang yang selama ini telah melarang aktivitas penggarapan lahan itu terpaksa menyandera sebuah alat berat supaya aktivitas itu segera dihentikan.(edi)

Sumber : Serambinews.com

Pemkab Nagan Bentuk Tim Penuntasan Tapal Batas

Terkait Penyanderaan Alat Berat
Fri, Jan 28th 2011, 09:13

JEURAM - Untuk menghindari meluasnya konflik di kalangan masyarakat dengan pihak perusahaan perkebunan di kawasan Ujong Krueng, Kecamatan Darul Makmur, kini Pemkab Nagan Raya telah membentuk tim penuntasan tapal batas kecamatan antara Darul Makmur dan Tadu Raya.

Sekda Nagan Raya, Drs HT Zamzami TS MM kepada Serambi, Kamis (27/1) kemarin mengatakan, persoalan yang kini terjadi di lima desa seperti Desa Lamie, Panton Pange, Ujong Krueng, Mon Dua, serta Neubok Yee PP memang secepatnya harus dituntaskan, guna mengantisipasi munculnya persoalan baru.

Menurut Zamzami, untuk mengatasi hal itu, Pemkab Nagan Raya telah membentuk tim khusus yang nantinya berperan untuk membahas berbagai persoalan di kalangan masyarakat, sekaligus melakukan langkah maupun musyawarah terhadap penuntasan soal batas kecamatan yang kini belum tuntas. “Intinya Pemkab Nagan Raya tetap menanggapi keluhan masyarakat ini, dan kami minta kepada warga untuk bersabar dan tak melakukan aksi yang berakibat pada pelanggaran hukum,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sebanyak 400 warga yang berasal dari lima desa di Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, sejak Selasa sore sekitar pukul 16.00 WIB hingga Rabu dini hari pukul 01.00 WIB (25-26/1) kemarin menyandera satu unit alat berat di kawasan Desa Ujong Krueng.

Pasalnya, lahan seluas ribuan hektare yang selama ini diklaim oleh masyarakat yang merupakan tanah warga yang digunakan untuk bercocok tanam dan digunakan sebagai lahan pertanian, digarap oleh sebuah perusahaan swasta yang menggunakan izin dari Pemkab setempat. Akibatnya, warga yang yang selama ini telah melarang aktivitas penggarapan lahan itu terpaksa menyandera sebuah alat berat supaya aktivitas itu segera dihentikan.(edi)

Sumber : Serambinews.com

Minggu, 06 Maret 2011

Ke Wilayah Tengah via Jeuram dan Bireuen Mengkhawatirkan

* Longsor dan Terancam Putus
Thu, Jan 27th 2011, 10:46


Sebuah mobil pikup melintas di ruas jalan provinsi Jeuram-Takengon kawasan puncak Gunung Singgah Mata, Kecamatan Beutong, Nagan Raya, yang terancam putus total akibat longsor dan runtuhan batu gunung yang sangat membahayakan pengguna jalan. Foto direkam Senin (24/1).SERAMBI/DEDI ISKANDAR

JEURAM - Ruas jalan ke zona tengah Aceh, yaitu ke Bener Meriah dan Aceh Tengah--baik melalui Jeuram (Nagan Raya) maupun dari Bireuen semakin mengkhawatirkan karena titik-titik longsor, amblas, dan lumpur semakin parah.

Lintasan Jeuram-Takengon melalui pegunungan Singgah Mata, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya semakin parah akibat banyaknya bongkahan batu gunung yang berjatuhan ke badan jalan. Bahkan ruas jalan alternatif itu terancam putus total karena longsor terus terjadi di sejumlah titik.

Hingga kini, sepanjang 3,5 kilometer badan jalan di kawasan pegunungan hutan lindung tersebut masih berlumpur karena belum diaspal. Akibatnya, setiap musim hujan, pengguna jalan harus berjibaku di kubangan lumpur. “Kondisi ruas jalan itu seperti kawasan tak bertuan,” kata Samsul Bahri, seorang warga Kecamatan Seunagan kepada Serambi, Rabu (26/1).

Menurut Samsul, ruas jalan itu bukan saja untuk kepentingan mobilisasi barang dan orang antar-kabupaten tetapi juga jalur penting bagi masyarakat di Beutong Ateuh. Jika jalur itu putus, warga Beutong Ateuh dipastikan terisolir.

Bupati Nagan Raya, Drs HT Zulkarnaini menyatakan pihaknya telah berulang kali meminta Pemerintah Aceh melalui Dinas BMCK segera menangani persoalan jalan Jeuram-Takengon mengingat ruas jalan itu sangat strategis bagi masyarakat antar-kabupaten.

Via Bireuen
Lintasan ke wilayah tengah Aceh via Bireuen juga semakin mengkhawatirkan. Selain terdapat titik longsor yang belum diperbaiki, belasan titik lainnya rusak parah, sempit, dan amblas sehingga sangat membahayakan pengguna jalan.

Bupati Bireuen, Nurdin Abdul Rahman kepada Serambi, Rabu (26/1) mengatakan, pihaknya mengharapkan Pemerintah Aceh memberikan perhatian serius untuk penanganan ruas jalan Bireuen-Bener Meriah-Aceh Tengah.

Kondisi ruas jalan tersebut semakin mengkhawatirkan apalagi setelah terjadinya longsor badan jalan di Km 26 dan sejumlah titik lainnya sejak akhir Desember 2010.(edi/yus)


sumber : Serambinews.com

Minggu, 13 Februari 2011

Lintas Kuala Tuha-Lamie Kembali Berlubang

Sat, Jan 15th 2011, 09:43

JEURAM - Ruas jalan yang menghubungkan Kuala Tuha-Lamie, Kabupaten Nagan Raya kini kembali berlubang. Padahal jalan tersebut baru dibangun atas bantuan Multi Donor Found (MDF). Tokoh pemuda Kuala Tripa, Said Muhazar kepada Serambi, Jumat (14/1) kemarin mengatakan, dampak dari berlubangnya jalan menuju ke sejumlah desa di kawasan pesisir Nagan Raya itu, kini kerap menimbulkan kecelakaan bagi pengguna jalan. Padahal, kata Said, pembangunan ruas jalan yang menelan anggaran mencapai Rp 44 miliar bantuan MDF itu baru saja selesai dibangun.

“Baru sebentar masyarakat menikmati jalan mulus, kini sarana perhubungan itu telah rusak kembali,”ujar Said Muhajar. Said berharap supaya kerusakan badan jalan di sepanjang lintasan Kuala Tuha, Kecamatan Kuala Pesisir hingga ke Lamie, Kecamatan Darul Makmur itu bisa segera diatasi pihak terkait. “Pemkab Nagan Raya tak boleh tutup mata terhadap keluhan masyarakat seperti ini, tapi harus meresponnya dan segera memperbaiki jalan tersebut,”kata Said penuh harap.(edi)

Sumber : Serambinews.com